KIM GARUT

Pemilu Kita, Pemilu Penuh Drama…

Oleh: Janur M Bagus

Wajar saja jika proses pelaksanaan pesta Demokrasi kita kali ini terasa agak istimewa dan sedikit penuh derama, semoga tidak ada yang mendramatisir dari persoalan satu kepersoalan lainnya.

Harus kita pahami bersama memang bakal agak sedikit kesulitan untuk menentukan pilihan pada Pemilu 2019 ini. Sulitnya pada pemilihan anggota Legislatif karena banyaknua caleg yang maju sehingga membingungkan terlebih mencari orang spesial pada pencalegan kali ini sama dengan mencari jamur di musim kemarau dimana pencariannya meski penuh kehati hatian. Munculnya wajah para caleg memang seperti Jamur di Musim hujan tetapi sulitnya menjatuhkan pilihan tadi itu seperti mencari jamur di musim kemarau sekalinya ada jamur yang didapat pasti kurang maksimal. Tapi apa mau dikata pilihan dalan Pemilu itu adalah hak bermakna boleh dipake boleh juga tidak tetetapi menyia nyiakan hak, berarti kita tidak menghargai diri kita sendiri.

Maka hargailah hak hak kita sebagaimana negara telah memberinya dengan segala perlindungan dan segala ketentuan untuk kita nikmati bersama hasilnya.

Jika anda masih kesulitan menentukan piliham maka landasilah dengan beberapa niat bahwa yang kita pilih semoga menjadi pilihan terbaik dari yang baik, namun jika tidak menemukan maka pilihlah yang terbaik dari jelek dan jika belum juga merasa menemui pilihan yang baik maka pilihlah yang jelek dari yang terjelek. Ingat ini pilihan yang jelek dari yang terjelek jauh lebih baik daripada tidak memilih sama sekali karena dikemudian hari pilihan itu adalah loyalitas dan keharusam dalam hidup berbangsa dan bernegera.

“ingat ini Pemilu yakni memilih calon calon pemimpin bangsa dan bukan memilih makanan yang bisa langsung dinikmati dan dirasakan sendiri, maka memilih pemimpin dengan sisten demokrasi adalah turut menyumbang jumlah piliham sehingga hasilnya hasilnya harus dirasakn secara bersama sama…

Kesulitan memilih presiden mungkin berbeda dengan sulitnya memilih Legislatif yang jumlah pilihanya banyak sehingga kondisi banyaknya nama pilihan turut menambah kesulitan. Akan tetapi memilih presiden dan wakil presiden yang hanya dua pasangan calon justru kesulitannya terletak pada bobot dari masing-masing calon itu. Sedikitnya jumlah pilihan juga semakin memperketat kriteria yang kita tentukan.

Namun sekali lagi, pilah itu adalah hak disertai harapan dan doa semoga pilihan sulit yang akan kita jatuhkan pada waktunya adalah pilihan tepat yang manfaat dunia juga akhirat.

Memilih pemimpin adalah cerminan kematangan berfikir kita dalam berbangsa dan bernegara. Memilih pemimpin adalah cara kita menjaga kesinambungan bangsa kedepan serta cara kita menjamin ketenangan dan kedamaian kehidupan ini.

Sekali lagi jika anda masih merasakan kesulitan untuk memilih maka pilihlah pilihan yang datang dari bisikan hati bukan berdasarkan besarnya ajakan dan seruan orang tetapi keyakinan hati kita adalah sejatinya jawaban.

Selamat memilih semoga pilihan kita penuh berkah…abaikan hal hal yang dramatis selama perjalanan proses pemilihan, nikmatilah…bukankah proses itu adalah rangkain cerita yang akan indah jika kembali diputar dikemudian hari…

Lupakan kertas suara yang tecoblos dulian karena itu tidak masuk hitungan karena masuk ada derama kecurangan.

Abaikan iming-iming sembako dan politik uang karena itu juga simbol kecurangan…maka ingatlah lima tahun ke depan apa yang akan kita dapatkan dari pilihan yang kita tentukan saat ini…wassalam..

***Penulis Ketua FK-KIM Kabupaten Garut, Jawa Barat..

KIM GARUT

Add comment

Ikuti Kami

Don't be shy, get in touch. We love meeting interesting people and making new friends.