KIM GARUT

Para Inovator Muda Teknologi Garut Sukses Boyong Merit Award APICTA 2018

Garut, Jawa Barat ,- Sukses membawa harum nama kabupaten Garut di Ajang Internasional, kelompok anak muda ini berhasil meraih Merid Award pada event Asia Pacific ICT Alliance (APICTA) Awards 2018.

APICTA awards merupakan program penghargaan bergensi tingkat Internasional yang diadakan oleh APICTA yang bertujuan meningkatkan kesadaran pada komunitas dan membantu menutup kesenjangan digital.

APICTA menyediakan kesempatan networking dan benchmarking produk bagi inovator-inovator Teknologi Informasi Komunikasi (TIK) dan entrepreneur di daerah, APICTA Awards dirancang untuk menstimulasi inovasi dan kreativitas di bidang TIK, meningkatkan hubungan ekonomi dan perdagangan, memfasilitasi transfer teknologi dan menawarkan peluang mendapat partner bisnis melalui paparan karya peserta kepada para pemodal ventura dan investor.

APICTA Awards 2018 Guangzhou diikuti oleh 15 ekonomi yaitu: Australia, Bangladesh, Brunei, China, Chinese Taipei, Hongkong, Indonesia, Macao, Malaysia, Myanmar, Pakistan, Singapore, Srilanka, Thailand, Vietnam.

Menurut Dewis Akbar mentor yang juga pembimbing Tim Indonesia di ajang APICTA Awards 2018 mengatakan bahwa event internasional tersebut dinilai  oleh 73 Juri Internasional yang meliputi 295 karya nominasi dan 776 orang peserta baik perorangan maupun tergabung dalam tim

“Untuk kategori Highschool diikuti oleh 23 tim dan pemenangnya adalah karya New Gen Farming dari Malaysia. Sementara kami Tim Mere mendapatkan Merit Award dengan nilai yang hanya terpaut tipis dengan pemenangnya.”kata Dewis melalui rilis, Senin (15/10/2018).

Dewis menyebut Tim Mere sendiri merupakan Tim yang dibentuknya beranggotakan para siswa  ekstrakurikuler yang tergabung dalam STEAM Club Indonesia seluruhnya terdiri dari para alumni SDN Regol 10 Garut yaitu: Adilla Rachmawati Pradana (SMAN 1 Garut), Rani Sandra (SMAN 1 Garut), Rafli M. Ridhwan (SMK Kehutanan Negeri Kadipaten), Fathir Agung Cahya (MTsN 1 Garut).

“Mere ini istilah dalam bahasa sunda yang artinya memberi, sekaligus singkatan dari “Metakeun Rerencangan” atau  Memetakan Teman yakni  aplikasi android yang bertujuan untuk mempermudah pelajar dari keluarga miskin untuk dipertemukan dengan donatur.”ungkapnya.

Pemetaannya sendiri lanjut Dewis akan dilakukan oleh teman-teman sekelasnya sebagai bentuk pembiasaan penggunaan teknologi yang positif serta bermanfaat untuk orang lain. “Diharapkan bila setelah dibantu mereka akan semakin dapat berkonsentrasi belajar dan setidaknya menyelesaikan wajib belajar 9 tahun atau ke jenjang yang lebih tinggi. Sehingga nanti akan ada peningkatan strata ekonomi di alih generasi.”paparnya.

Dewis menambahkan Data pelajar atau penduduk miskin umumnya hanya berupa data tulisan yang berada di baris-baris tabel. Namun dengan aplikasi Mere ini, para pelajar dari keluarga miskin akan ditambah data visual yaitu foto-foto keadaan rumah serta data spasial yaitu koordinat GPS lokasi rumah untuk memudahkan pengecekan kesahihan data oleh calon donatur.

“Semoga karya tim Mere dapat semakin berkembang dan bermanfaat untuk lebih banyak pelajar yang membutuhkan bantuan.”tukasnya.***JMB

KIM GARUT

Add comment

Ikuti Kami

Don't be shy, get in touch. We love meeting interesting people and making new friends.