KIM GARUT

Menkopolhukam Gelar FKK Informasi Publik dan Media Massa

KIMGARUT.COM ,- Kementrian Kordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan mengundang berbagai perwakilan terkait berdiskusi mendorong peran Pers dalam mensukseskan Pemilu yang demokratis di Ballroom Hotel El-Royal Hotel, Rabu (20/3/2019).

Sejumlah nara sumber dijadirkan diantaranya tokoh Pers Nasional Prof. Bagir Manan, Ketua Dewan Pers Yosef Adi Prasetyo, Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Ubaidillah dan Firman Rachmat Pemimpin Redaksi HU Pikiran Rakyat yang juga Penasehat PWI Jawa Barat.

Dalam smbutannya Menkopolhukam yang diwakili Deputi Bidang Kordinasi Komunikasi, Informasi dan Aparatur, Marsda TNI Rus Nurhadi Sutedjo memaparkan bahwa Peran Pers memiliki pungsi strategis dalam mensukseskan Pemilu yang demokratis.

“perhelatan kolektif bangsa dalam ketatanegaraan ini merupakan tanggung jawab seluruh komponen bangsa. Untuk itu dalam menyukseskan pergelaran Pemilu serentak Tahun 2019 tersebut harus terjalin soliditas dan sinergitas antar Lembaga Pelaksana Pemilu dengan seluruh stakeholder yang terkait.”katanya.

Profesor Bagir Manan dalam kesempatannya sebagai Narasumber memaparkan pers yang berjalan dan dijalankan menurut dan berdasarkan UU Pers (UU No. 40 Tahun 1999) (yang mengatur – antara lain, kewajiban menghormati perbedaan/menghormati kebhinekaan, bekerja untuk kepentingan umum, memperjuangkan keadilan sosial).

“Pers yang berjalan dan dijadikan, serta senantiasa menjunjung tinggi kode etik jurnalistik yang mewajibkan pers hanya memuat berita faktual, berimbang, tidak memuat berita bohong, tidak membuat berita fitnah, menghasut, menggunakan kata-kata kasar, sadis, dan cabul.”tuturnya.

Bagir Manan juga menyebut Pers yang berjalan dan dijalankan menurut dan berdasarkan prinsip-prinsip jurnalisme demokratis (the principles of democratic jurnalism), yang dijalankan atas prinsip-prinsip kebebasan, keterbukaan, egaliter.

“kemudian pers yang berjalan dan dijalankan serta menjunjung tinggi kepercayaan publik (publlic trust), antara lain, senantiasa mengkedepankan kebenaran, independen.Bagaimana semestinya peran pers mewujudkan pemilu yang demokratis?”unkap Bagir dengan nada bertanya.

Ia memaparkan sejak beberapa waktu yang lalu, ada satu “Fokus Grup” yang mengadakan berbagai diskusi untuk mewujudkan “pemilu berkualitas dan pers bermartabat”.”Pemilu berkualitas – antara lain – ditentukan: “sejauhmana pemilu terlaksana secara demokratis.”ucapnya.

Mengingat keterkaitan tersebut, Lanjut Bagir ia memberi catatan kembali dengan penyesuaian uraian di hadapan Kongres Aliansi Jurnalis Indonesia, September 2018 yang lalu yang berjudul: “Independensi Pers dan Pemilu”.”Apabila pers dapat senantiasa patuh menjalankan prinsip-prinsip jurnalisme, senantiasa menjunjung tinggi kode etik, dan menjaga independensi, tetap patuh pada UU Pers, dan menjaga kepercayaan publik, dapatlah dipastikan berita-berita pemilu akan terjaga dengan baik dan proporsional.”tukasnya.

Dua nara sumber lainnya Yosef Adi Prasetyo Ketua Dewan Pers dan Ubaidillah Komisioner KPI Pusat menyepakati bahwa Pers memiliki peran strategis dalam turut serta mensukseskan Pemilu yang demokratis.

Hanya saja keduanya juga menyorori eksistensi perusahaan media yang masih dimiliki segelintir orang yang juga terlibat aktif dalam politik praktis sebagai politisi.

Sementara itu, Firman Rachmat Ketua Dewan Pembina PWI Jawa Barat dalam kesempatan tersebut lebih menyoroti kendala dan dielema bagi para pelaku media dan jurnalis saat dihadapkan pada situasi menjelang pemilu seperti ini.

“adanya pengetatan dalam penayangan iklan oleh peraturan KPU membuat media kurang bergairah dalam merilis informasinya. Padahal seharusnya pesta demokrasi harus menjadi lahan panen lima tahunan bagi media dan sekarang tidak lagi,”ujarnya.***jmb

KIM GARUT

Add comment

Ikuti Kami

Don't be shy, get in touch. We love meeting interesting people and making new friends.